Jumat, 24 Agustus 2012

Ikon Microsoft Word (Part 1) Tab Home

kembali dengan saya disini akan ngepost artikel yang mudah - mudahan bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.. kali ini saya akan menulis tentang ikon - ikon di Microsoft Word. Ini teringat tugas saya saat kelas 7 untuk menulis semua ikon di Microsoft word sampai ke akar - akarnya...

untuk pertama tama saya mulai dengan Tab Home

Icon Tab Home
Microsoft Office Word 2007 (untuk selanjutnya disebut MS. Word saja) merupakan sebuah program aplikasi pengolah kata(Word Processor) buatan Microsoft Corporation. MS. Word 2007 merupakan hasil pengembangan dari beberapa versi sebelumnya. MS. Word tampil lebih user friendly dan sudah menggunakan ribbon sebagai standar baru dalam menampilkan menu-menu tool. Berdasarkan klaim mereka, ribbon adalah sebuah inovasi yang kelak di masa mendatang menjadi sebuah standar bagi tampilan menu.
Bagi yang baru bermigrasi dari Word 2003 ke MS. Word 2007 tidak perlu panik dengan pemandangan yang begitu asing tersebut. Anda hanya perlu sedikit adaptasi dan setelah itu, Anda akan merasakan efisiensi dan kemudahan dalam bekerja. Bila Anda kurang percaya, silahkan buka MS. Word 2007, letakkan pointer mouse ke area area menu, kemudian putar tombol gulir. Apa yang terjadi? Anda benar! Anda dapat membuka pintu akes ke setiap ribbon hanya dengan putaran tombol gulir saja.
Kembali ke masalah menu icon, MS. Word 2007 mengenal istilah tab, ribbon, dan group dalam menyajikan menu tool. Berbeda dengan Word 2003 dan sebelumnya yang hampir 100% dikuasai Kaum Bar-Bar (Titlebar, Menu Bar dan Toolbar).

Perbedaan antara Tab, Ribbon dan Group
Tab adalah sederetan menu yang ditandai dengan teks. terdiri dari tab File, Insert, Page Layout, dll.Ribbon adalah area yang digunakan untuk menampilkan tab dan menu dari tab yang aktif. Sedangkan Group adalah kelompok menu dalam tiap Ribbon yang memiliki kesamaan fungsi.  Jadi, Ribbon menyediakan tab yang terdiri dari menu, dan menu sendiri terdiri dari beberapa Group, dan Group terdiri dari sekumpulan menu yang memiliki kesamaan fungsi.
 Tampilan Jendela MS Word 2007

Office Button
Secara umum, Office Button terdiri dari dua area, yaitu area kiri dan area kanan. Area kiri berisi perintah seperti New, Open, Save, Save As, Print, Prepare, Send, Publish, dan Close. Sedangkan di area kanan berisi pintasan file dokumen yang baru-baru ini dibuka.
Pada bagian bawah flyout ini terdapat dua tombol perintah, yaitu Word Option (digunakan untuk melakukan properti terhadap MS Word 2007) dan Exit Word (digunakan untuk menutup jendela MS Word). Berikut ini adalah contohnya.


Keterangan:
Nama Icon Keterangan
New digunakan untuk membuat file dokumen kosong baru
Open digunakan untuk membuka file dokumen yang tersimpan
Save perintah untuk menyimpan file dokumen aktif
Save As digunakan untuk menyimpan file dokumen ke dalam format tertentu
Print digunakan untuk mencetak file dokumen yang sedang aktif
Prepare digunakan untuk melakukan properti khusus terhadap file dokumen aktif
Send digunakan untuk mengirimkan file dokumen aktif sebagai email / faksimile
Publish perintah untuk menerbitkan dokumen aktif ke website / blog / dll
Close digunakan untuk menutup file dokumen aktif

Mengenal Fungsi Icon pada Tab Home

Tab Home terdiri dari lima Group yaitu, Clipboard, Font, Paragraph, Styles dan editing.

Group Clipboard

Group Clipboard terdiri dari sekumpulan menu yaitu:
Paste : untuk menempelkan hasil copy atau cut.
Cut : untuk memotong teks/objek terpilih.
Copy : untuk menggandakan teks/objek terpilih.
Format Painter : digunakan untuk meniru format halaman dokumen ke dalam dokumen lainnya.
* Tombol panah kecil di sudut kanan-bawah setiap Group digunakan untuk mengakses pengaturan lanjutan mengenai fungsi suatu Group.

Group Font

Menu-menu di Group Font secara khusus berfungsi untuk pemformatan seputar huruf. Terdiri dari :
Font : untuk memilih jenis huruf
Font Size : untuk mengatur ukuran huruf
Grow Font : untuk memperbesar ukuran huruf secara instan
Shrink Font : untuk memperkecil ukuran huruf secara instan
Change Case : untuk mengubah status huruf kapital/huruf kecil
Clear Formatting : untuk menghapus pemformatan teks terpilih
Bold : untuk menebalkan teks terpilih
Italic : untuk memiringkan Teks terpilih
Underline : untuk memberikan garis bawah pada teks terpilih
Strikethrough : memberikan tanda coret padateks terpilih
Subscript : untuk mengetik karakter pemangkatan
Superscript : untuk mengetik karakter pemangkatan
Text Effect : untuk memberikan efek artistik pada teks terpilih
Text Highlight Color : untuk memberikan warna stabilo di belakang teks terpilih
Font Color : untuk mengatur warna teks terpilih.

Group Paragraph

Group Paragraph terdiri dari sekumpulan menu yang memiliki kesamaan fungsi untuk mengatur paragraf teks. perintah-perintah di Group Paragraph yaitu:
Bullets : untuk memberikan tanda bullet di tiap paragraf terpilih
Numbering : untuk memberikan format penomoran di tiap paragraf terpilih
Decrease Indent : untuk menggeser baris kedua paragraf ke kiri
Increase Indent : untuk menggeser baris kedua paragraf ke kanan
Left-to-Right : untuk menjadikan arah teks berjalan dari kiri ke kanan (format Latin)
Right-to-Left : untuk menjadikan arah teks berjalan dari kanan ke kiri (format Arab)
Sort : untuk menyortir data
Show Paragraph Marks : untuk menampilkan / menyembunyikan tanda koreksi paragraf
Align Text Left : untuk mengatur teks rata kiri
Center : untuk mengatur teks rata tengah
Align Text Right : untuk mengatur teks rata kanan
Justify : untuk mengatur teks rata kanan-kiri
Line Spacing : untuk mengatur jarak antar baris teks
Shading : untuk mengatur warna latar teks terpilih
Border : untuk memberikan garis tepi pada teks terpilih.

Group Styles

Group Styles terdiri dari dua menu. Yaitu:
Heading Styles : berisi pilihan format judul/subjudul dari paragraf terpilih
Change Styles : berisi pilihan pengaturan tema paragraf

Group Editing

Secara umum group Editing terdiri dari Find, Replace, dan Select. fungsinya adalah:
Find : untuk mencari kata tertentu berdasarkan keyword tertentu dalam suatu file
Replace : untuk mencari dan mengganti kata yang ditemukan untuk diganti dengan kata tertentu dalam suatu file
Select : digunakan untuk memilih objek atau teks tertentu di dalam suatu file

Jumat, 10 Agustus 2012

Al Qur'an dan Hadist


Pada dasarnya Umat Islam mempunyai pedoman. Pedoman tersebut yaitu :
  • Al - Qur'an
  • Hadist


AL-QURAN
        Para ulama menyebutkan definisi Al-Quran secara istilahnya ada 4 pecahan :
ü  Mendekati maknanya dengan membedakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa Al-Quran adalah firman Allah
ü  Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
ü  Pembacaannya merupakan Ibadah
ü  penyampainnya secara mutawatir

Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:

“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18)

HADIST
        Hadist Merupakan sesuatu yang di percakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada kemungkinan benar atau salah.
        Hadits secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti melaporkan/ mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad SAW.
        Menurut istilah ulama ahli hadits, hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (Arab: taqrîr), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (Arab: bi'tsah) dan terkadang juga sebelumnya. Sehingga, arti hadits di sini semakna dengan sunnah.
        Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum. Kata hadits itu sendiri adalah bukan kata infinitif, maka kata tersebut adalah kata benda. 

Aqidah Islamiyah


Aqidah Islam terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu :
ü  Pengertian Aqidah
ü  Pilar - pilar Aqidah
ü  Iman, Islam, dan Ikhsan
                Aqidah menurut bahasa berarti ikatan. Dalam bahasa Arab disebut Arrabtu atau Al Akhdu yang berarti janji, atau keyakinan yang mantap (Al Jazmu). Orang yang beraqidah artinya orang yang mengikatkan diri kepada Allah SWT.
                Nama lain dari Aqidah yaitu keimanan atau Usurrudin.
                Menurut istilah, Aqidah adalah perkara - perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan hati. Jiwa dan hati merasa tenang dan tentram karena perkara itu serta menjadi sebuah keyakinan yang tidak bisa dicampur dengan keraguan.
                Sumber Aqidah yaitu Al - Qur'an dan Hadist.
                Manusia dalam hidupnya mengalami 5 alam yaitu : Alam Ruh, alam Rahim, Alam Fana, Alam Kubur, dan alam Akhirat.
                Dasar - dasar / Pilar - Pilar Aqidah Islamiyah.
                Ada 3 Pilar yang menjadi dasar dasar Aqidah, yaitu :
1.                       Rukun Iman, antara lain Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab - kitab Allah, Iman kepada Rasul Allah, Iman kepada hari kiamat, dan Iman kepada Hari akhir. Apabila salah satu dari ke enam ketentuan tersebut dilanggar (Tidak Iman), maka telah dianggap murtad
2.                       Rukun Islam, antara lain Syahadat, Shalat, Zakat, Shaum, dan melaksanakan Ibadah Haji. Apabila salah satu dari ke lima ketentuan tersebut tidak dapat dilaksanakan maka diampuni dosanya dan tidak dianggap murtad
3.                       Ikhsan, atau "Anta' Budallaha ka Anna ha Taraahu Fa'illam Tahun Taraahu Fa Innahuu Ya Raa Ka" yang artinya "Engkau menyembah Allah seperti engkau melihatNya. Jika Tidak bisa, Tanamkan pada diri kalian bahwa sesungguhnya Allah sedang melihatmu."

Membantu Ibu dan Bapak Guru pahalanya sama dengan membantu orang tua.

Kamis, 28 Juni 2012

Pertolongan Pertama

Pertolongan Pertama merupakan sebuah pengetahuan dan keterampilan karena jika kita hanya mengetahui teorinya saja tanpa melakukan latihan atau praktek, maka mental kita tidak terlatih ketika kita benar-benar menghadapi kejadian sebenarnya. Sebaliknya jika kita langsung praktek tanpa membaca teori kemungkinan besar kita akan melakukan pertolongan yang salah pada korban Dalam kegiatan kePalangMerahan, khususnya yang dilakukan di alam terbuka, materi pertolongan pertama penting untuk dikuasai. Karena dalam kegiatan tersebut bisa saja terjadi kecelakaan sedangkan tenaga medis, sarana dan prasarana kesehatan sulit untuk dijangkau. Maka satu-satunya pilihan adalah mencoba melakukan pertolongan sementara pada korban kerumah sakit atau dokter terdekat.

MAKSUD, KEGUNAAN DAN TUJUAN PERTOLONGAN PERTAMA
Maksud PP adalah untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ditempat kejadian dengan cepat dan tepat sebelum tenaga medis datang atau sebelum korban dibawa kerumah sakit agar kejadian yang lebih buruk dapat dihindari.
Kegunaan materi ini secara khusus adalah untuk membekali setiap pramuka penegak agar dapat memberikan pertolongan pertama dilapangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
Tujuannya adalah mencegah maut dan mempertahankan hidup, mencegah penurunan kondisi badan atau cacat.

SIKAP, KEWAJIBAN DAN WILAYAH SEORANG PENOLONG
Sikap penolong :
  1. Tidak panik, bertindak cekatan, tenang tidak terpengaruh keluhan korban jangan menganggap enteng luka yang diderita korban.
  2. Melihat pernapasan korban jika perlu berikan pernapasan buatan.
  3. Hentikan pendarahan, terutama luka luar yang lebar.
  4. Perhatikan tanda-tanda shock.
  5. Jangan terburu-buru memindahkan korban, sebelum kita dapat menentukan jenis dan keparahan luka yang dialami korban.
Kewajiban Penolong :
  1. Perhatikan keadaan sekitar tempat kecelakaan
  2. Perhatikan keadaan penderita
  3. Merencanakan dalam hati cara-cara pertolongan yang akan dilakukan
  4. Jika korban meninggal beritahu polisi atau bawa korban ke rumah sakit
Wilayah Penolong:
Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya sementara. Artinya kita harus tetap membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
TEKNIK DALAM P3K
A. Prioritas dalam P3K
Urutan tindakan secara umum:
1.      Cari keterangan penyebab kecelakaan
2.      Amankan korban dari tempat berbahaya
3.      Perhatikan keadaan umum korban; gangguan pernapasan, pendarahan dan kesadaran.
4.      Segera lakukan pertolongan lebih lanjut dengan sarana yang tersedia.
5.      Apabila korban sadar, langsung beritahu dan kenalkan.
Selain itu ada juga yang dinamakan prinsip life saving, artinya kita melakukan tindakan untuk menyelamatkan jiwa korban (gawat darurat) terlebih dahulu, baru kemudian setelah stabil disusul tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang lain. Gawat darurat adalah suatu kondisi dimana korban dalam keadaan terancam jiwanya, dan apabila tidak ditolong pada saat itu juga jiwanya tidak bisa terselamatkan.
B. Pembalutan
Tujuan dari pembalutan adalah untuk mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehingga mencegah maut, menguangi rasa sakit, dan mencegah cacat serta infeksi.
Kegunaan pembalutan adalah:
1. menutup luka agar tidak terkena cahaya, debu, kotoran, dll.
2. melakukan tekanan
3. mengurangi atau mencegah pembengkakan
4. membatasi pergerakan
5. mengikatkan bidai.
Macam-macam pembalutan:
1.        Pembalutan segitiga atau mitela
Pembalut segitiga dibuat dari kain putih yang tidak berkapur (mori), kelihatan tipis, lemas dan kuat. Bisa dibuat sendiri, dengan cara memotong lurus dari salah satu sudut suatu kain bujur sangkar yang panjang masing-masing sisinya 90 cm sehingga diperoleh 2 buah pembalut segitiga.

2.        Pembalut Plester
Digunakan untuk merekatkan kain kassa, balutan penarik (patah tulang, sendi paha/ lutut meradang), fiksasi (tulang iga patah yang tidak menembus kulit), Beuton (alat untuk merekatkan kedua belah pinggir luka agar lekas tertutup).
3.        Pembalut Pita Gulung.
4.        Pembalut Cepat.
Pembalut ini siap pakai terdiri dari lapisan kassa steril, dan pembalut gulung.
Indikasi pembalutan:
Menghentikan pendarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka, mengurang rasa nyeri.
Bentuk dan anggota tubuh yang dibalut:
1.        Bundar, pada kepala.
2.        Bulat panjang tapi lonjong, artinya kecil ke ujung, besar ke pangkal, pada lengan bawah dan betis
3.        Bulat panjang hamper sama ujung dengan pangkalnya, pada leher, badan, lengan atas, jari tangan.
4.        Tidak karuan bentuknya, pada persendian
C. Pembidaian
Bidai adalah alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan (fiksasi) tulang yang patah. Tujuannya, menghindari gerakan yang berlebihan pada tulang yang patah. Syarat pemasangan bidai:
1.         Bidai harus melebihi dua persendian yang patah
2.         Bidai harus terbuat dari bahan yang kuat, kaku dan pipih.
3.         Bidai dibungkus agar empuk.
4.         Ikatan tidak boleh terlalu kencang karena merusak jaringan tubuh tapi jangan kelonggaran.
Alat-alat bidai:
1.       Papan, bambu, dahan
2.       Anggota badan sendiri
3.       Karton, majalah, kain
4.       Bantal, guling, selimut
D. Pernafasan buatan
Sering disebut bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP) intinya adalah melakukan oksigenasi darurat. Dilakukan pada kecelakaan:
1.       Tersedak,
2.       Tenggelam
3.       Sengatan Listrik,
4.       Penderita tak sadar,
5.       Menghirup gas dan atau kurang oksigen,
6.       serangan jantung usia muda, henti jantung primer tejadi.
Fase RJP:
A = Airway control (penguasaan jalan napas),
B = Breathing support (ventilasi buatan dan oksigenasi paru darurat)
C = Circulation (pengenalan ada tidaknya denyut nadi)
E. Evakuasi dan Transportasi
Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harus melakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.
Cara pengangkutan korban:
1.      Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual
Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan, dianjurkan pengangkatan korban maksimal 4 orang
2.      Pengangkutan dengan alat (tandu)
Rangkaian pemindahan korban:
1.        Persiapan,
2.        Pengangkatan korban ke atas tandu,
3.        Pemberian selimut pada korban
4.        Tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.
Prinsip pengangkatan korban dengan tandu:
1.      Pengangkatan korban,
Harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok; gunakan alat tubuh (paha, bahu, panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban.
2.      Sikap mengangkat.
Usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.
3.      Posisi siap angkat dan jalan.
Biasanya posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki, kecuali;
-       menaik, bila tungkai tidak cedera,
-       menurun, bila tungkai luka atau hipotermia,
-       mengangkut ke samping,
-       memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu
-       kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.
F. TRANSPORTASI
Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannya lebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehingga harus dirujuk ke dokter.
Tata cara pemindahan korban:
a.      Dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agar tetap segar.
b.     Syarat pemindahan korban:
1.     korban tentang keadaan umumnya cukup baik
2.     tidak ada gangguan pernapasan
3.     pendarahan sudah di atasi
4.     luka sudah dibalut
5.     patah tulang sudah dibidai
Sepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang:
-       Keadaan umum korban
-       Sistem persyarafan (kesadaran)
-       Sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)
-       Sistem pernapasan
-       Bagian yang mengalami cedera.

Sabtu, 12 Mei 2012

Kutukan Tippecanoe


Kutukan Tippecanoe


Dalam sejarah 218 tahun dari presiden, delapan presiden AS telah meninggal di kantor. Empat ( William Henry Harrison , Zachary Taylor, Warren G. Harding , dan Franklin Delano Roosevelt ) meninggal karena sakit. Empat lainnya ( Abraham Lincoln , James Garfield ,William McKinley , dan John F. Kennedy ) dibunuh. 

Tujuh dari presiden disayangkan memiliki sesuatu yang sama.Mereka semua dipilih atau relected dalam satu tahun yang berakhir dengan nol. Mempertimbangkan keadaan:

  1. 1. Harrison terpilih pada 1840. In Alamat Peresmian, yang ia disampaikan pada tanggal 4 Maret 1841, Presiden Harrison berjanji untuk melayani hanya satu istilah. Dia akhirnya menjabat sebagai presiden untuk tepat satu bulan. Harrison tekena pneumonia dan meninggal pada tanggal 4 April 1841.
  2. 2. Abraham Lincoln terpilih pada tahun 1860. Pemerintahannya telah disibukkan dengan Perang Saudara, sebagai Selatan berusaha untuk melepaskan diri dari Perhimpunan. Lincoln terpilih kembali pada 1864, dan Selatan secara resmi menyerah pada tanggal 9 April 1865. Sementara menonton sebuah drama di Teater Ford di Washington, DC lima hari kemudian, Presiden Lincoln ditembak oleh John Wilkes Booth , terkenal tahap aktor yang bersimpati dengan Konfederasi.Presiden Lincoln meninggal keesokan harinya pada tanggal 15 April 1865.
  3. James Garfield terpilih pada 1880. Pada tanggal 2 Juli 1881, ia ditembak di Washington, DC stasiun kereta api oleh Charles Guiteau , menggerutu kantor-pencari. (Gambar atas menggambarkan penembakan itu.) Karena dokter yang merawat Garfield tidak dapat menemukan peluru, dia tetap incapacatied. Kondisi Garfield terus deteroriate, dan ia meninggal pada tanggal 19 September 1881.
  4. Presiden William McKinley dipilih kembali pada tahun 1900.Pada tanggal 6 September 1901, saat menghadiri Pan-American Exposition di Buffalo, New York, dia ditembak dua kali oleh Leon Czolgosz , seorang anarkis. Walaupun dokter diharapkan McKinley untuk pulih, ia meninggal delapan hari kemudian.
  5. Warren G. Harding terpilih pada 1920. Presiden Harding meninggal mendadak karena serangan jantung saat mengunjungi San Francisco pada tanggal 2 Agustus 1923.Meskipun populer pada masa jabatannya, reputasi Harding sangat menderita setelah skandal dalam pemerintahannya banyak terungkap.
  6. Presiden Franklin Delano Roosevelt terpilih kembali ke masa jabatan ketiga belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1940. Selama tahun-tahun perang, kesehatannya berangsur-angsur menurun. Pada tanggal 30 Maret 1945, Presiden Roosevelt, yang terpilih kembali pada 1944, meninggal di Warm Springs, Georgia pendarahan otak. Dia tidak hidup untuk melihat akhir Perang Dunia II.
  7.  John F. Kennedy terpilih pada tahun 1960. Selama masa jabatannya, ketegangan Perang Dingin dengan Uni Soviet hampir berubah menjadi perang nuklir selama Krisis Berlin pada September 1961dan Krisis Misil Kuba bulan Oktober 1962 .Pada tanggal 22 November 1963, saat mengunjungi Dallas, Texas, Presiden Kennedy dibunuh oleh Lee Harvey Oswald, pecundang Marxis dan seumur hidup yang ingin mencapai ketenaran. Setelah kematian Kennedy, banyak orang Amerika mulai percaya bahwa konspirasi jahat berada di balik pembunuhan presiden muda.


Apa kemungkinan bahwa tujuh presiden yang memenangkan pemilu di nol akhir tahun akan mati di kantor? Apakah hanya sebuah kebetulan (seperti Red Sox memenangi dua kejuaraan Seri Dunia dalam empat tahun) atau ada sesuatu yang lebih di balik kematian?

Banyak orang percaya bahwa kutukan bertanggung jawab atas kematian tujuh presiden. Sejak Harrison adalah presiden pertama yang mati, kutukan itu ditelusuri kembali kepadanya. Di tahun 1811, Harrison, yang bertugas sebagai Gubernur Wilayah Indiana, yang dipimpin pasukan AS untuk kemenangan melawan konfederasi asli Amerika yang diselenggarakan oleh Tecumseh , kepala Shawnee, dalam Pertempuran Tippecanoe . Menurut legenda, saudara Tecumseh muda, Tenskwatawa , yang dikenal sebagai "Nabi" dan yang memimpin India selama pertempuran, ditempatkan kutukan pada Harrison dan penghuni masa depan Gedung Putih. Meskipun legenda bertahan, tidak ada bukti dokumenter untuk mendukung klaim bahwa Tenskawatawa pernah ditempatkan seperti kutukan pada Harrison dan beberapa penerusnya. (Kutukan yang dikenal sebagai "Kutukan Tippecanoe," "Kutukan Tecumseh," "kutukan presiden," "kutukan nol tahun," dan "kutukan dua puluh tahun.")

"Kutukan," jika pernah ada, akhirnya dipecahkan oleh Presiden Ronald Reagan , yang terpilih pada tahun 1980. Pada tanggal 30 Maret 1981, Reagan luka parah dalam percobaan pembunuhan . Dia segera pulih dan kembali mengerjakan tugas-tugasnya. Ia terpilih kembali pada 1984 dan meninggalkan kantor sangat hidup pada akhir masa jabatannya. Reagan sering dikaitkan kelangsungan hidup untuk intervensi ilahi.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/rheza-widyawardana/kutukan-tippecanoe/10150868078194518

Rabu, 09 Mei 2012

Islam di Indonesia + teori


Islam Di Indonesia
Islam merupakan agama dengan pemeluk terbesar di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari usaha para juru dakwah agama Islam dalam melakukan islamisasi di  Indonesia. Islamisasi adalah istilah umum yang biasa dipergunakan untuk menggambarkan proses persebaran Islam di Indonesia pada periode awal (abad 7-13 M), terutama menyangkut waktu kedatangan, tempat asal serta para pembawanya, yang terjadi tidak secara sistematis dan terencana. Inilah definisi  islamisasi yang dimaksud dalam tulisan ini. Metodologi tulisan ini sepenuhnya merupakan penelitian kepustakaan (library research). Di sini penulis akan mencoba menguraikan beberapa pandangan mengenai teori Islamisasi di Indonesia secara deskriptif-analitis. Pembahasan mengenai masuknya Islam ke Indonesia sangat menarik terkait dengan banyaknya perbedaan pendapat di kalangan sejarawan.
Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar:
1.       Teori Gujarat. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.
2.       Teori Mekkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.
3.       Teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M.
1. Teori Gujarat
                Teori ini dapat diliat dari Penyampaian W.F. Stutterheim. Ia menjawab aspek-aspek mendasar dalam sejarah, tentang di mana (ruang) dan kapan (waktu). Dengan jelas, ia menyebutkan Gujarat sebagai negeri asal Islam yang masuk ke Nusantara. Pendapatnya didasarkan pada argumen bahwa Islam disebarkan melalui jalur dagang antara Nusantara Cambay (Gujarat) Timur Tengah Eropa. Argumentasi ini diperkuat dengan pengamatannya terhadap nisan-nisan makam Nusantara yang diperbandingkan dengan nisan-nisan makam di wilayah Gujarat. Relief nisan Sultan pertama dari kerajaan Samudera (Pasai), al-Malik al-Saleh (1297 H), menurut pengamatan Stutterheim, bersifat Hinduistis yang mempunyai kesamaan dengan nisan yang terdapat di Gujarat. Kenyataan ini cukup memberikan keyakinan pada dirinya bahwa Islam datang ke Nusantara dari Gujarat. Demikian ia menjelaskan aspek ruang kedatangan Islam ke Nusantara. Penjelasan ini cukup argumentatif dan didukung data yang memadai, tetapi Stutterheim tidak memperhatikan proses Islamisasi di Gujarat.
                Sebagaimana dijelaskan Marison, wilayah ini baru diislamkan satu tahun setelah wafatnya sang Sultan, yaitu pada 1298 M. Pada saat bersamaan penyebaran masyarakat Islam pada periode tersebut, ketika bangsa Mongol melebarkan ekspansinya (Bagdad ditaklukan pada 1258 M), mereka mulai mencari daerah baru bagi kehidupan mereka. Seandainya Stutterheim menyebutnya sebagai proses lebih lanjut dari Islamisasi Nusantara, misalnya perkembangan Islam pada abad 14-16, bisa jadi Gujarat ikut andil memberikan pengaruhnya di Nusantara mengingat daerah itu (Gujarat) lebih dekat secara geografis ke wilayah Nusantara. Walaupun terdapat kekurangan, teori yang dikemukakan Stutterheim mendapat dukungan dari Moquette, sarjana asal Belanda.
Penelitian Moquette terhadap bentuk batu nisan membawanya pada kesimpulan bahwa Islam di Nusantara berasal dari Gujarat. Moquette menjelaskan bahwa bentuk batu nisan, khususnya di Pasai mirip dengan batu nisan pada makam Maulana Malik Ibrahim  (822 H/1419 M) di Gresik Jawa Timur. Sedangkan bentuk batu nisan di kedua wilayah itu sama dengan batu nisan yang terdapat di Cambay (Gujarat). Kesamaan bentuk pada nisan-nisan tersebut meyakinkan Moquette bahwa batu nisan itu diimpor dari India. Dengan demikian, Islam di Indonesia, menurutnya, berasal dari India, yaitu Gujarat. Teori ini kemudian dikenal juga dengan teori batu nisan.
Kesimpulan :
Bukti teori ini terdapat dari bentuk batu nisan makam di Pasai sama dengan Nisan makam di Cambay (Gujarat).
        2. Teori Mekkah
teori bahwa Islam Indonesia berasal langsung dari Mekkah antara lain dikemukakan olehCrawfurd (1820), Keyzer (1859), Nieman (1861), de Hollander (1861), dan Verth (1878). Tokoh dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mendukung teori ini di antaranya Hamka, A. Hasymi, dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas.
Al-Attas sebagai tokoh pendukung teori ini menyebutkan, bahwa aspek-aspek atau kerakteristik internal Islam harus menjadi perhatian penting dan sentral dalam melihat kedatangan Islam di Nusantara, bukan unsur-unsur luar atau aspek eksternal. Karakteristik ini dapat menjelaskan secara gamblang mengenai bentuk Islam yang berkembang di Nusantara. Lebih lanjut Al-Attas menjelaskan bahwa penulis-penulis yang diidentifikasi sebagai India dan kitab-kitab yang dinyatakan berasal dari India oleh sarjana Barat khususnya, sebenarnya adalah orang Arab dan berasal dari Arab atau Timur Tengah atau setidaknya Persia. Sejalan dengan hal ini, Hamka menyebutkan pula bahwa kehadiran Islam di Indonesia telah terjadi sejak abad ke-7 dan berasal dari Arabia sedangkan T.W. Arnold dan Crawford lebih didasarkan pada beberapa fakta tertulis dari beberapa pengembara Cina sekitar abad ke-7 M, dimana kala itu kekuatan Islam telah menjadi dominan dalam perdagangan Barat-Timur, bahwa ternyata di pesisir pantai Sumatera telah ada komunitas muslim yang terdiri dari pedagang asal Arab yang di antaranya melakukan pernikahan dengan perempuan-perempuan lokal. Pendapat ini didasarkan pada berita Cina yang menyebutkan, bahwa pada abad ke-7 terdapat sekelompok orang yang disebut Ta-shih yang bermukim di Kanton (Cina) dan Fo-lo-an (termasuk daerah Sriwijaya) serta adanya utusan Raja Ta-shih kepada Ratu Sima di Kalingga Jawa (654/655 M). Sebagian ahli menafsirkan Ta-shih sebagai orang Arab. Mengenai Raja Ta-shih tersebut, menurut Hamka, adalah Muawiyah bin Abu Sufyan yang saat itu menjabat sebagai Khalifah Daulah Bani Umayyah. Untuk meyakinkan asal usul Islam di Nusantara, seminar seputar masalah ini telah digelar beberapa kali.            
Seminar Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia telah diselenggarakan di Medan 17-20 Maret 1969 dan seminar serupa juga diadakan di Aceh pada 10-16 Juli 1978 dan 25-30 September 1980. Berdasarkan hasil seminar-seminar tersebut, disimpulkan bahwa Islam masuk ke Nusantara langsung dari Arabia, bukan India. Hasil seminar ini memperkuat teori bahwa Islam di Nusantara berasal dari Arab sebagaimana ditegaskan Al-Attas dan didukung oleh sejarawan Indonesia, seperti Hamka dan Muhammad Said.
Kehadiran orang-orang Islam yang berasal dari Timur Tengah ke Nusantara(kebanyakan adalah dari Arab dan Persia) menurut Azyumardi Azra, ahli Islam di Asia Tenggara, terjadi pada abad ke-7.     
 Bukti lain yang menunjukkan bahwa Islam berasal dari Arab yaitu :
1.       Terdapat juga sebuah kitab ‘Aja’ib al-Hind yang ditulis al-Ramhurmuzi sekitar tahun 1000 M, dikatakan bahwa para pedagang muslim telah banyak berkunjung kala itu ke kerajaan Sriwijaya
2.       Menurut al Mas’udi pada tahun 916 telah berjumpa Komunitas Arab dari Oman, Hidramaut, Basrah, dan Bahrein untuk menyebarkan islam di lingkungannya, sekitar Sumatra, Jawa, dan Malaka.
3.       Munculnya nama “kampong Arab” dan tradisi Arab di lingkungan masyarakat, yang banyak mengenalkan islam.
4.       Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafii, dimana pengaruh mazhab Syafii terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah.

3. Teori Persia
Teori Persia yang dikemukakan oleh sebagian sejarawan di Indonesia tampaknya kurang populer dibanding teori-teori sebelumnya. Teori Persia lebih menitikberatkan tinjauannya pada kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan mempunyai persamaan dengan Persia. Kesamaan kebudayaan itu antara lain :
·         Peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan syiah atas kematian Husain. Biasanya diperingati dengan membuat bubur Syura. Di Minangkabau bulan Muharram disebut juga bulan Hasan-Husain.
·         Adanya kesamaan ajaran antara ajaran Syaikh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran Al-Hallaj, sekalipun Al-Hallaj telah meninggal pada 310H/922M, tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk puisi, sehingga memungkinkan Syaikh Siti Jenar yang hidup pada abad ke-16 dapat mempelajarinya.
·         Penggunan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab, untuk tanda-tanda bunyi harakat dalam pengajian Al-Quran tingkat awal.
Teori Persia mendapat tentangan dari berbagai pihak, karena bila kita berpedoman kepada masuknya agama Islam pada abad ke-7, hal ini berarti terjadi pada masa kekuasaan Khalifah Umayyah. Sedangkan, saat itu kepemimpinan Islam di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan berada di Mekkah, Madinah, Damaskus dan Baghdad. Jadi, belum memungkinkan bagi Persia untuk menduduki kepemimpinan dunia Islam saat itu.Namun, beberapa fakta lainnya menunjukkan bahwa para pedagang Persia menyebarkan Islam dengan beberapa bukti antar lain:
1.       Gelar “Syah” bagi raja-raja di Indonesia.
2.       Pengaruh aliran “Wihdatul Wujud” (Syeh Siti Jenar).
3.       Pengaruh madzab Syi’ah (Tabut Hasan dan Husen).