“ٌ ... يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍ...”
Artinya : “… Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu
dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” (Q.S. Al – Mujadilah 58 :
11)
Kutipan diatas merupakan salah
satu ayat Al-Qur’an tepatnya surah Al – Mujadilah ayat 11. Dan kutipan tersebut
akan dibahas pada kesempatan ini.
Arti
dari ayat tersebut adalah ada orang yang akan diangkat derajatnya oleh Allah, yaitu orang-orang
yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan, dengan bebrapa
derajat.
Orang yang beriman dan berilmu
pengetahuan akan menunjukkan sikap yang arif dan bijaksana. Iman dan ilmu
tersebut akan membuat orang mantap dan agung. Tentu saja yang dimaksud dengan
yang berilmu itu artinya yang diberi pengetahuan. Ini berarti pada ayat
tersebut membagi kaum beriman kepada dua kelompok besar, yang pertama sekedar
beriman dan beramal saleh, dan yang kedua beriman dan beramal saleh serta
memiliki pengetahuan. Derajat kelompok kedua ini menjadi lebih tinggi, bukan
saja karena nilai ilmu yang disandangnya, tetapi juga amal dan pengajatrannya
kepada pihak lain baik secara lisan, tulisan maupun dengan keteladanan.
(Quraish Shihab 2002:79-80)
orang-orang yang dapat
menguasai dunia ini adalah orang-orang yang berilmu, mereka dengan mudah
mengumpulkan harta benda, mempunyai kedudukan dan dihormati orang. Ini
merupakan suatu pertanda bahwa Allah mengangkat derajatnya.
Dengan demikian dapat
diambil kesimpulan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan
berilmu pengetahuan jika ilmu tersebut dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.
Akan tetapi jika pengetahuan yang dimiliki tersebut hanya digunakan untuk
mencelakakan atau membahayakan orang lain maka hal tersebut tidak
dibenarkan.
Jadi antara iman dan
ilmu harus selaras dan seimbang, sehingga kalau menjadi ulama, ia menjadi ulama
yang berpengetahuan luas, kalau ia menjadi dokter, maka akan menjadi dokter
yang yang beriman dan sebagainya.