Pada dasarnya Umat Islam mempunyai pedoman. Pedoman tersebut yaitu :
- Al - Qur'an
- Hadist
AL-QURAN
Para ulama menyebutkan definisi Al-Quran secara
istilahnya ada 4 pecahan :
ü Mendekati
maknanya dengan membedakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa
Al-Quran adalah firman Allah
ü Diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW
ü Pembacaannya
merupakan Ibadah
ü
penyampainnya secara mutawatir
Ditinjau
dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti
"bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata
Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang
artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu
surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang
artinya:
“Sesungguhnya
mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada
lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah
membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18)
HADIST
Hadist Merupakan sesuatu
yang di percakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada
kemungkinan benar atau salah.
Hadits
secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti
melaporkan/ mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad SAW.
Menurut
istilah ulama ahli hadits, hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi
Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (Arab: taqrîr),
sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (Arab: bi'tsah)
dan terkadang juga sebelumnya. Sehingga, arti hadits di sini semakna dengan
sunnah.
Kata hadits
yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti
segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang
dijadikan ketetapan ataupun hukum. Kata hadits
itu sendiri adalah bukan kata infinitif, maka kata tersebut adalah kata
benda.